Bis Terbang

•November 30, 2011 • Leave a Comment

ini adalah sebuah lagu yang terinspirasi dari bis yang sering saya tumpangi.

kalau ga suka ga apa-apa..

toh saya juga ga nyuruh suka..

hahahaha..

 

BIS TERBANG

dalam hidupku selalu..

mengarah ke satu tujuan..

tak mudah melewati itu..

akan ada sesuatu yang mengganggu..

karena itu ku berlari, harus ada yang menempuh jalan ini..

tak ragu, kan kuhabisi!!

seperti bis yang melaju cepat di atas jalan

akselerasi!! dan penuh perhitungan

dan jika rintangan menghadang di lajur jalannya..

BIS nya TERBANG!! (wiiii)

semakin dekat ke tujuannyaa…

BIS nya TERBANG!! (wiiii)

semakin dekat ke tujuannyaa..

*fin*

 

kalau yang mau tau nadanya, saya kasih tau aja ketukannya 1/2

nuansa rock yang membangkitkan adrenalin

atau mungkin, lebih cocok disamakan dengantheme song-nya ultraman

*apasih*

yang pasti lagu ini punya maknanya tersendiri..

kalau mau tau, cari aja..

presepsi orang berbeda-beda

bwahahaha..

 

Rizda N.Z.

30/11/2011

@explore, fly with them to jatinangor

 

Advertisements

Buluk

•September 30, 2011 • Leave a Comment

Kyaaa… Kayaknya udah lama banget deh ga buka wordpress

nampaknya blog ku bulukaaan X(

No hard feeling XD

•February 10, 2011 • 2 Comments

(imajinasi. harapan. dan pikiran saya sadja. harap maklum dengan gaya tulisan dan perbendaharaan kata)

emosi..

huaaa.

kata yang cukup membuat saya berpikir.

(?)

yang diatur oleh limbic system dalam otak kita tercinta.

apa yang mengaktifkannya? stimulus?

yap2

dan saya pikir setiap orang punya kadar stimulus yang berbeda-beda untuk menciptakan lonjakan potensial listrik di sel-sel syarafnya.

ini bukan tulisan tentang apapun, kecuali bayangan saya ketika semua orang bisa saling mengerti dan memaklumi.

menurut apa yang saya amati selama ini (ngasal ambil kesimpulan. lalalala…), saya merasa banyak bertemu mayoritas orang seperti ini :

orang yang sensitiologic

apaan tuh?

sangat perasa, sensitif dengan perubahan, dan menggunakan logika sewajarnya.

tapi, kebanyakan mereka hipersensitif. (ngasal)

kebanyakan orang yang hipersensitif mudah terpengaruh dengan perkataan dan keadaan.

reaksinya pun beragam, dari menangis bombay sampai ngamuk mendadak.

dan mereka cenderung senang mengkritik orang pedas-pedas berdasarkan perasaannya.

ga semua ya.. cuma mayoritas.

mereka banyak menekan perasaan mereka sendiri, dan menghilangkannya dengan melakukan sesuatu yang melibatkan dirinya. contoh : melawak untuk diri sendiri.

lebih peka dengan keadaan orang lain, dan ikut terbawa aura emosi orang sekitarnya tanpa diminta.

intinya? mereka sangat peduli pada orang lain. 🙂

mudah tersinggung. responnya? ada yang ‘down’, ada yang terbangun semangatnya. tapi kebanyakan mereka sepertinya jatuh dulu dalam renungan panjang dan sedikit kesedihan.

tetapi perubahan yang dilakukan akan sangat luar biasa.

ada pula yang menggunakan “Topeng Ajaib”.

Karakteristik : terlihat sangat ceria di luar tapi rapuh di dalam.

dia berbagi kebahagian ke luar, karena senang melihat orang lain senang akan dirinya.

tapi memojok di ruangan, tersembunyi saat sedih, walaupun sebenarnya banyak diantara mereka yang ingin berbagi.

entah mengapa. mungkin karena takut orang lain sedih juga?

tapi sepertinya karena berpikir orang lain tak mungkin mengerti apa yang mereka rasakan.

sangat disukai banyak orang karena kelembutan/keunikan karakternya

nyuhuhuhu..

banyak yang membuat status ambigu di jejaring sosial.

begitu ditanya kenapa, jawabannya : nggak apa2 kok.. XD

begitu pake logika, sebenarnya akan lebih bisa diterima oleh mereka.

dan mereka pun bagus dalam menggunakannya.

dan mereka akan lebih stabil.

hahaha.. tapi ga tau yaa..

ini sih dari pengamatan saja.

Sedangkan yang lainnya adalah orang-orang yang logicosenso

apaan tuh?

berpikir logis, berdasarkan fakta, dan memiliki sensitifitas yang sewajarnya.

Mereka adalah apa adanya mereka, “yang saya pikirkan, itulah yang saya ucapkan”.

jarang pake perasaan,

mengukur semua tindakan yang dilakukan.

terkadang mereka menggunakan ketegasan dalam memberi saran maupun kritik.

yaay.

cenderung bisa membaca orang ketika mengekspresikan emosinya. (dengan ekspresi yang sesuai tentunya)

contoh : “dia sedih karena saya melihat dia menangis”

mereka mudah melakukan perubahan ketika diberi saran.

ketika mereka menggunakan sensitifitasnya (perasaan), kebanyakan dari mereka membuat renungan malam yang lama

mereka benar-benar berpikir mengapa hal itu terjadi, dan benar-benar ingin merubahnya

jadi sangat sensitif begitu..

nyohohoho

tapi perubahan yang dilakukan sangat bagus.

bukannya mereka tidak peka loh yaa..

tapi kebanyakan mereka berpikir sesuatu tidak akan selesai menggunakan perasaan saja.

ga tau juga yaa.. namanya juga kesimpulan sendirii.. B-)

banyak kasus orang yang terlalu sensitif mudah tersinggung oleh orang yang banyak berpikir berdasarkan fakta

padahal, coba kalau mereka saling memahami.

A : “Oh, saya tau, dia kan orangnya kalau memberi saran memang tegas. Ga apa2 dong, demi kebaikan saya juga. Saya ga boleh tersinggung..:D”

bukankan sang sensi itu peka? peka lah bahwa orang yang memberikan kritik padanya adalah untuk kebaikan. sekalipun menurutnya sangat menusuk jiwa, anggap saja orang itu tidak tahu bahwa kita sensitif.

kalaupun ada yang mengganjal, segera utarakan dengan baik, karena ternyata saling bicara itu akan meringankan beban emosi.

nyahahaha..

butuh waktu untuk sembuh? jalanilah dengan baik tanpa ada pikiran negatif dengan orang yang mungkin ‘dirasa’ menyakiti.

B : “Wah, dia orangnya agak sensitif. mungkin kalau saya mau ngajak bicara, sedikit diperhalus dan secara baik-baik. Pokoknya yang penting dia paham apa yang saya katakan, dan perasaannya ga terganggu dengan perkataan saya”

bukankah mereka peritungan? rencanakanlah pembicaraan yang baik. hitung kemungkinan sampai tidaknya informasi dan cara bicara juga bahasanya. 😀

kalaupun butuh ketegasan yang sangat, kita minta maaf terlebih dahulu mungkin, kalau2 menyakiti perasaannya.

sehingga orang lain tahu, “mungkin cara saya kurang mengenakkan, tapi ini harus disampaikan.”

semoga orang lain mengerti dan tidak tersakiti.

yah.. harapan mungkin. jangan sampai ada yang tersinggung, atau sangat merasa bersalah. kalau diutarakan dengan baik, akan lebih nyaman sepertinya. sulit? tapi mungkin kaan.. hehehe..

‘Tinju Maut’ ku Membunuhmu

•November 14, 2010 • Leave a Comment

aku duduk tepat di sebelahmu

 

di sebelah tempat tidur dan selang infus

 

‘kau masih belum mau bangun?’

 

kamu diam saja

 

aku tersenyum lega

 

‘bagaimana jika nanti kalau kau bangun, kau ingat bahwa aku adalah orang terakhir yang bersamamu?’

 

kamu diam saja

 

suara mesin yang terhubung dengan jantungmu masih terdengar berirama

 

‘dokter bilang tentang pendarahan. intracranial apa itu lah. bagaimana rasanya?’

 

kamu diam saja

 

lalu ayah dan ibumu datang sambil menitikan air mata

 

‘lihat mereka menangis! dasar anak durhaka!’

 

kau diam saja

 

jauh lebih sepi dari biasanya

 

‘luka di pelipismu, aku lah penyebabnya. keputusasaan mu yang bodoh itu, membuatku sebal!’

 

kamu diam saja

 

seperti kuburan

 

‘ini hari ke 3 kau tidak bersuara. bicaralah apa adanya tentang apa yang terjadi siang itu. dengan kepalan itu. dengan keputusasaan mu itu.’

 

kamu diam saja

 

lalu suara yang panjang terdengar keras di ruangan

 

‘mati aku’

 

 

13-11-2010

sesuatu yang aku ingin kau tidak tau tentang itu

•November 14, 2010 • 1 Comment

ketika aku menangis saat menerima amarahmu

sakit hati

bukan (hanya) karena aku cengeng

bukan (hanya) karena perasa

tapi menahan suatu keinginan

keinginan jahat

yang memukul-mukul dada melalui aliran darah

memaksa minta diwujudkan

itulah yang tidak aku inginkan untuk kau mengetahuinya

tapi kau memaksa

ya sudah

 

 

14-11-2010

Wajar? Kurasa tidak…

•August 17, 2010 • Leave a Comment

apapun itu.. ini sangat menggangguku..

suatu tujuan yang aku miliki bisa tercemar benar karenanya..

satu hal yang kamu bilang itu wajar..

“perasaan” yang katamu pasti ada..

wajar?? kurasa tidak..

ketika sesuatu itu disebut ujian, sebelum waktunya, tidak ada yang wajar untuk ini..

ketika kamu harus mengakuinya di depan Tuhan mu dan kau tau itu salah, itu tidak wajar..

karena tidak ada pembenaran untuk ini..

mungkin kau akan merasakannya dengan senang hati, tersiksa, biasa saja, atau apalah..

mungkin kau merasa ini adalah proses pendewasaan terhadap psikologis dirimu..

karena Tuhan memang menciptakan rasa itu..

wajar katamu..

memang tidak salah Tuhan menciptakannya..

tapi perilakumu dalam menanggulanginya..

itu yang tidak wajar..

pantaskah kamu mengganti Tuhan mu dengan sesuatu yang kecil di dalam pikiranmu??

hatimu??

sedangkan hati dan pikiranmu cuma satu..

taukah betapa sulit memperjuangkan kesuciannya??

sulit..

dan kamu bilang memasukannya ke hatimu dan pikiranmu itu wajar??

kurasa tidak..

itu sangat mengganggu dan bersalah..

terserah..

tapi aku hanya ingin yang benar..

aku hanya ingin Tuhan ku..

Pada Langit, Pada Bumi

•June 26, 2010 • Leave a Comment

Aku tahu kau terluka

Terlihat dari jeritan hatimu dalam tubuh yang tua

kau, yang bertambah usia

aku tahu apa yang mereka lakukan padamu

merongrong, meraup hingga kosong

atau jangan-jangan aku juga?

kau marah dan berontak

tapi kau terus disalahkan, atau orang lain, atau aku juga?

maaf..

aku tahu kau menunggu

aku pun, ingin berusaha dengan keras

hingga tak terlalu lama, sampai kau mati rasa.

sungguh, aku juga tidak mau,

karena aku mencintaimu..

sungguh..

dan aku tahu, aku akan mengatakan

maaf, kekuatan ku belum bisa menjagamu sepenuhnya

kau berhak marah..

karena itu semua tugasku, janjiku kepadamu..

juga pada-Nya..

maaf, tapi tetap akan berusaha..

aku mencintaimu, kuharap kau juga..

 

aku.. pada langit.. pada bumi..